Jumat, 27 November 2015

langkah dan kunci saat terjadi gempa bumi



Langkah persiapan dalam menghadapi bencana gempa bumi :

  1.    Milikilah pengetahuan tentang gempa bumi meskipun tidak mendalam. 
  2.    Pahami dan kenali lingkungan tempat tinggalmu. 
  3.    Kenali lingkungan tempat kerja dan tempat tinggal. Perhatikanlah letak pintu, lift, tangga darurat, dan tempat aman untuk berlindung. 
  4.    Catatlah nomor-nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saan terjadi gempa bumi. 
  5.    Siapkan beberapa peralatan kondisi darurat, seperti cadangan makanan yang diawetkan, air minum kemasan, obat-obatan, senter, radio, tali, pisau, korek api, pakaian, ember, dan keperluan lainnya 
  6.    Simpanlah bahan yang mudah terbakar pada tempat aman agar terhindar dari kebakaran. 
  7.    Usahakan dalam setiap keluarga telah melakukan perunding-undingan untuk membicarakan beberapa hal yang terkait dengan persiapan kondisi darurat seperti kejadian gempa bumi yang mungkin terjadi sewaktu waktu. Sehingga, apabila terjadi bencana dan sempat terpisah, akan memudahkan berkumpul kembali disuatu tempat yang sudah disepakati sebelumnya. 
  8.    Sediakan alat pemadam kebakaran dirumah.

Kunci penyelamatan saat terjadi gempa bumi:

  1.    Jika merasakan adanya getaran gempa, sebisa mungkin segera matikan semua sumber api. 
  2.    Jika terjadi guncangan gempa bumi yang sangat kuat, jangan coba-coba memaksa diri lari keluar rumah karena sangat berbahaya . kamu bisa terjebak runtuhan tembok plafon dan sebagainya yang bisa roboh dalam sekejap. 
  3.    Jika getaran bumi tidak terlalu kuat , bukalah pintu untuk meyakinkan bahwa kamu tidak sedang terjebak. Segeralah membawa anak-anak dan orang lanjut usia pergi ketempat yang aman. 
  4.    Jika getaran tidak terlalu kuat atau getaran kuat sudah mereda, saat keluar rumah jangan panik dan jangan berebut untuk saling mendahului.usahakan tetap tenang, namun selalu waspada. 
  5.    Jika situasi memungkinkan , segeralah berlari menyelamatka diri keluar rumah. 
  6.    Jika kamu sudah berada diluar rumah , berlindunglah ditempat lang dan terbuka. 
  7.    Yakinkan keselamatan keluarga dan tetangga. 
  8.    Setelah gempa berakhir, kembalilah kerumah dan jangan lupa untuk berdoa pada waktu.


Minggu, 22 November 2015

reproduksi protista secara seksual dan aseksual


A.      Reproduksi Seksual ( Generatif )
Reproduksi biologis atau reproduksi seksual dalah suatu proses biologis penggunaan seks secara rutin dimana individu organisme baru diproduksi.

Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.

Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.

Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, bereproduksi secara aseksual.

Pada reproduksi seksual/generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.

Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.

Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.

Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.

B.      Reproduksi Aseksual ( Vegetatif )
Reproduksi Vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi Vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan.

Vegetatif Alami
Vegetatif Alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.
Pada tumbuhan
* Umbi batang. Contoh: ubi jalar, kentang
* Umbi lapis. Contoh: bawang merah, bawang putih
* Umbi akar. Contoh: wortel, singkong
* Geragih atau stolon. Contoh: arbei, stroberi
* Rizoma. Contoh: lengkuas, jahe
* Tunas. Contoh: kelapa
* Tunas adventif. Contoh: cocor bebek

Pada hewan
* Tunas. Contoh: Hydra, Ubur-ubur, Porifera
* Fragmentasi. Contoh: Planaria, mawar laut
* Membelah diri. Contoh: Amoeba
* Parthenogenesis. Contoh: serangga seperti lebah, kutu daun

Vegetatif Buatan
Vegetatif Buatan adalah reproduksi aseksual yang terjadi karena bantuan pihak lain seperti manusia.
* Stek
* Cangkok
* Okulasi
* Enten
* Merunduk
* Kloning
Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama.
Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :
1. Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif


1. Fisi
Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
– Pada pembelahan sel bakteri.
– Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.

2. Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.

3. Pembentukan tunas
Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).

4. Fragmentasi
Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.

5. Propagasi vegetatif
          Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :
a.             Stolon
         Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.

b.             Akar tinggal atau rizom
          Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.
c.              Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang
          Tunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon 
             bambu.

d.            Tunas liar
          Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.

e.              Umbi lapis
           Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.

f.              Umbi batang
           Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas – mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan Caladium.

Rabu, 11 November 2015

makalah sejarah: kelas x




                                BAB I
                      PENDAHULUAN

A.Latar belakang
          Sejarah sebagai ilmu adalah pengetahuan tentang suatu kejadianmasa lalu yang disusun secara berurutan dan metode berdasarkan asas prosedur dan teknik ilmiah yang diakui oleh sejarawan . Alasan sejarah dijadikan sebagai ilmu karena memiliki sayarat sbb:
1.      Sejarah itu empiris
2.      Sejarah itu memiliki objek
3.      Sejarah memiliki teori
4.      Sejarah memiliki metode

B . Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian sejarah sebagai ilmu
2.      Apa yang dimaksud alasan sejarah  dijadikan ilmu

C .Tujuan
1.      Agar siswa dapat mengetahui pengertian sejarah sebagai ilmu
2.      Agar siswa dapat mungetahui alasan sejarah dijadikan ilmu
   
   

                                                BAB II
                        PEMBAHASAN  

   A .    Pengertian sejarah sebagai ilmu
       Dalam perkembangannya, sejarah mempunyai beberapa fungsi.diantaranyaadalah sejarah sebagai peristwa, sejarah sebagai seni,dan sejarah sebagai ilmu.sejarah juga mempunyai peranan dalam perkembangan suatu negara atau daerah . banyak negara atau daerah yang besar karna menghargai sejarah masa lalunya.

      Salah satunya adalah indonesia , masyarakat indonesia selalu menang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan mengukir sejarah besar dalam perjalanan republik indonesia . Hal ini terbukti dengan diperingati tanggal –tanggal penting yang berkaitan dengan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah . Seperti diadakannya upacara hari kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus mengibarkan bendrera merah putih bagi setiap bangsa indonesia menjelang hari kemerdekaan, diadakannya upacra bendera setiap hari senin disekolah sekolahdiseluruh indonesia, digunakannya sejarah sebagai salah satu mata peljaran di lembaga pendidikan diseluruh indonesia.

       Seiring dengan berkembangnya zaman, berkembangng pula lah ilmu pengetahuan dan sains. Pengetahuan sejarah sudah mulai mencangkup kondisi pda janjang sosial tertentu. Sejarah sebagai cabang ilmu pngetahuan hendaknya dibahas dan dibuktikan secara keilmuan (ilmiah). Banyak ahli sejarah yang mendefinisikan sebagai ilmu, dari berbagai defenisi tersebut diantaranya yang telah di ungkapkan dengan shuderman (2012) yaitu sejarah sebagai ilmu sebagai susunan pngetahuan (a bodeye of knowledge) tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di masyarakat manusia pada masa lampau yang disusun secara sistemmatis dan metodis berdasarkan asas-asas, prosedur dan metode serta teknik ilmiah yang diakui dengan para pakar sejarah.

         Jadi, definisi sejarah sebagai ilmu sesuai dengan pernyataan dari Suderman adalah pengetahuan tentang suatu kejadian masa lalu yang disusun secara berurutan dan metode berdasarkan asas, prosedur , dan teknik ilmiah yang diakui oleh para sejarahwan.

   B.     Alasan Sejarah Dijadikan Sebagai Ilmu

               Suatuhal dapat dikatakan sebagai ilmu apabila hal tersebut memenuhi syarat umum yaitu objek, tujuan ,metodelogi , dan sistematika . Sesuatu dikatakan memiliki objek , jika ilmu itu memiliki sasaran atau tujuan penelitian . Ilmu yang memiliki tujuan adalah ilmu yang mengantarkan pada tujuan tertentu seperti biologi. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makluk hidup dan segala aspek –aspeknya . Ilmu yang memiliki metodelogi adalah ilmu yang memiliki cara dalam mengembangkan materi-materi yang dibahas seperti pengalaman dan sebagainya . Sedangkan ilmu yang sistematika adalah ilmu yang secara berurutan atau kronologinnya jelas sadang membahas atau mempelajari sesuatu hal . Sedangkan sejarah sebagai ilmu jika memiliki syarat yaitu : empiris, memiliki objek , memiliki teori , generalisasi, dan memiliki metode . Berikut ini penjabaran dari aspek tersebut .
  •  Sejarah ejarah itu empiris

             Sejarah itu empiris empunyai arti pengalaman . ini sesuai dangan ungkapan Kuntowijoyo (2013:46) “empiris berasal dari kata “emperria”yunani yaiyu pengalaman “mengapa sejarah itu empiris ? Sejarah berasal dari pengalaman yang masih tercatat oleh memori kita. Pengalaman yang telah diamati tertuang dalam bentuk tulisan . Tulisan –tulisan tersebut yang ditulas keabsahannya oleh sejarawan untuk menentukannya . Fakta itu ditafsirkan secara berbeda- beda . jika suatu ilmu alam memiliki objek yang pasti sadangkan sejarah memiliki bukti sebagai objeknya . Letak perbedaan ilmu alam dilihat dari bagaimana  mereka mengamati objeknya bukan dari cara kerjanya. 

            Jika dalam ilmu alam mereka bisa mengulang – ulang percibaan tentang suatu hal , akan tetapi dalam sejarah , hal itu tidak dapat bisa dilakukan ,karna sejarah ituhanya terjadi satu kali karena bersifat pengalaman , seperti pada saat proklamasi. Kejadian seperti ini tidak bisa terjadi kembali dan diulang – ulang untuk diteliti . Hal ini menjadi sebab munculnya perbedaan pendapat dari para sejarawan dalam mendeskripsikan suatu peristiwa tersebut , karena kebenaran dalam sejarah hanya ada pada peristiwa itu sendiri .

  • Sejarah memiliki objek


Berbeda dari sosiologi, antropologi , dan ilmu sosial lainnya . Sejarah mempelajari manusia dikejar oleh waktu . jika lebih dikhususkan objek penelitian sejarah memang manusia . akan tetapi waktu sangat berperan dalam proses pembelajaran sejarah. Kebanyakan sejarawan bingung bagaimana menentukan waktu pas terjadinya sejarah tersebut.Kebanyakan ilmuan mengira – ngira waktu terdekat sejarah itu terjadi . Karena informasi yang mereka dapatkan sangat minim dan peristiwa tersebut tidak bisa terulang kembali.


  • Sejarah memiliki teori

Seiring dengan munculnya banyak filsafat dimuka bumi. Tentu saja hal ini memicu munculnya teori-teori tentang sejarah . teori yang terdapat dalam sejarah ini berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain . contohnya saja diAmerika yang berorientasi progmatis sedangkan di Belanda mempunyai tradisi kontinental yang lebih kontempatif . Ini semua sesuai dengan yang diungkapkan oleh kuntowijoyo (2013:48) diuniversitas- universitas Amerika yang berorientasi prakmatis tidak diajarkan teori sejarah yang bersifat filisof . Sebaliknya dinegara Belanda mempunyai tradisi kontinental yang lebih konteflantif, teori sejerah yang bersifat filosof yang diajarkan. 

          Generalisasi sejarah memiliki arti seperti yang diungkapkan Kontowijoyo dalam bukunya mengantar ilmu sejarah , Kontowijoyo (2013).
          Generalisasi dalam bahasa latin “Generalis” yang berarti umum . Sma dengan ilmu lain sejarah juga menarik kesimpulan kesimpulan umum bersifat nomotetis , sejarah itu pada dasarnya pada dasarnya bersifat ideografis ,. Kalau sosiologi membicarakan masyarakat dipojok jalan atau atropologi membicarakan plurarisme Amerika., mereka dituntut untuk menerik kesimpulan- kesimpulan umum yang berlaku dimana-mana yang dapat dianggap sebagai kebenaran umum.

           Generalisasi dalam hal ini mempunyai arti koreksi dari kesimpulan ilmu pengetahuan lain yang kurang akurat . Banyak kejadian atau ilmu yang belum mempunyai jawaban pasti , akan tetapi setelah menyakkut pautkan dengan sejarah akhirnya ditemukan jawaban  yang pasti.

  • Sejarah mempunyai metode

              Dalam perkembangan ternyata sejarah memiliki metode yangdigunakan dalam penelitian – penelitian seperti yang dipaparkan oleh Baily (dalam hamit dan majit) teknik penelitian atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data , sedangkan metodelogi adalah falsafah tentang proses penelitian yang didalamnya mencangkup asumsi-asumsi nilai-nilai standar atau kreteria yang digunakan untuk menafsirkan data dan mencarikesimpulan . jadi dengan adanya metode yang digunakan dalam sejarah inilah akan mempermudahkan sejarawan untuk menggunakan data dari suatu kegiatan.


                                                 BAB III
                               PENUTUP

A.   KESIMPULAN
            Definisi sejarah sebagai ilmu adalah pengetahuan tentang suatu kejadian masa lalu yang disusun secara berurutan dan metode berdasarkan asas , prosedur ,dan teh
Knik ilmiah yang diakui oleh sejarawan , alasan sejarah dijadikan sebagai ilmu karena sejarah memiliki syarat sebagai ilmu, yaitu empiris, memiliki objek, memiliki teori generalisasi, dan memiliki metode.

  DAFTAR PUSTAKA
·         Hamid, A.R dan Majit. M.S . 2011 pengantar ilmu sejerah . Yogyakarta :Ombak.
·         Kuntawijoyo . 2013 . pengantar ilmu sejarah . Yogyakarta:Tiarawicana
·         Frederick , W.H dan saeroto , .1904 . pemahaman sejarah indonesia. Jakarta:LP3ES