BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Ruang adalah tempat dipermukaan bumi , baik
secara keseluruhan maupunhanya sebagian. Ruang tidak hanya sebatas udara yang
bersentuhan dengan permukaan bumi tetapi juga lapisan atmosferterbawah yang
memengaruhi permikaan bum
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Mengrtahui konsep ruang dan dalam sejarah
2. Mengetahui
konsep waktu dan sejarah
3. Mengetahui keterkaitan antara waktu
dan pembabakan sejarah
C. TUJUAN
PENULISAN
1. Agar para siswa dapat mengetahui konsep
ruang dan dalam sejarah
2. Agar
para siswa dapat mengetahui konsep waktu dan sejarah
3. agar
siswa dapat mengetahui keterkaitan antara waktu dan pembabakan sejara
BAB II
PEMBAHASAN
A.Konsep
ruang dan dalam sejarah
Ruang
adalah tempat dipermukaan bumi , baik secara keseruruhan maupun hanya sebagaian . Ruang tidak hanya
sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga lapisan
atmosfer terbawah yang memengaruhi muka bumi. Ruang juga mencangkup perairan
yang ada dipermukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan dibawah permukaan bumi
(air , dan tanah ) sampai kedalaman tertentu . Ruang juga mencangkup lapisan
tanah dan batuan sampai padaa lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi
kehidupan. Berbagai organisme dan makhluk hidap jaga merupakan bagian dari
ruang . Dengan demikian , batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan
unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan dipermukaan bumi .
Contoh
dari keterkaitan karakteristik antar ruang misalnya sebagai berikut :
a. Peristiwa
banjir dijakarta karena kerusakan hutan di daerah Bogor . Air hujan yang jatuh
didaerah Bogor sebagian besar masuk
kesungai . Hanya sebagian kecil air hujan yang terserap oleh tanah di Bogor .
akibatnya jakarta terkena banjir yang airnya sebagian besar berasal dari
wilayah Bogor .
b. Penduduk
kota menghasilkan banyak produ industri ,Penduduk desa tidak menghasilkan
produk tersebut sehingga mereka pergi kekota untuk memperoleh barang – barang
tersebut . Sebaliknya penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan sehingga
mereka sehingga mereka memperoleh dari penduduk desa . Akibatnya , ada aliran
barang dari kota ke desa dan aliran makanan dari desa ke kota .
c. Lapangan
kerja banyak tersedia dikota sedangkan di desa sangat terbatas , hanya berada
di sektor pertanian saja. Akibatnya, banyak penduduk desa yang bepergian ke
kota untuk bekerja atau mencari pekerjaan.
d. Keterbatasan
ketersediaan kayu didaerah perkotaan dan perbatasan sekitarnya membuat para
pengusaha kayu untuk melakukan penebangan liar di daerah pedalaman wilayah
indonesia. Hal ini mengkibatkan terganggunya ekosistem di dalam wilyah
pedalaman tersebut.
e. Kurangnya
tenaga pengajar di daerah NTT mengakibatkan pemerintah mengirimkan guru dari
daerah DKI Jakarta sudah dididik terlebih dahulu sehingga mereka akan lebih berkompeten dari
pada guru yang tinggal di daerah NTT .
Contoh tersebut menunjukan adanya
keterkaitan peristiwa dan gejala antar ruang . Suatu gejala atau peristiwa pada
suatu ruang tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan gejala stau peristiwa
pada ruang yang lainnya . Selain terikat oleh ruang, suatu gejala peristiwa
juga terikat oleh waktu. Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui
peristiwa masalalu dan berkembangnya hingga saat ini.
Konsep waktu dalam mempunyai arti masa atau
periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia . Waktu dapat dibagi
menjadi 3 yaitu, waktu lampau , waktu sekarang, dan waktu yang akan datang .
Semua peristiwa yang terjadi tentunya akan selalu dikaitkan dengan ruang dan
waktu, misalnya sbb :
a. Raden
Ajeng Kartini lahir di jepara,jawa tengah 21 April 1879
b. Pemilu
kada disumatra selatan diselenggarakan tanggal 6 juni 2013
c. Pilpres
diindonesia diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014
d. Perang
dunia 1 berlangsung dari tahun 1914 – 1918
e. Perang
dunia 2 berlangsung dari tahun 1939-1945
f. Hirosima
dijatuhi bom atom oleh amerika serikat pada tanggal 6 agustus 1945.
Jika diperhatikan , 2 contoh diatas terdiri dari unsur yaitu
tempat (ruang ) dan tanggal (waktu ) . Demikian kita memahami tempat (ruang) dan waktu tidak dapat
dipisahkan dengan kehidupan manusia.
B. Konsep
waktu dalam sejarah
Waktu (dimensi temporal) memiliki 2 makna
yakni makna denotatif dan makna konotatif. Makna waktu secara denotatif adalah
satu kesatuan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad dsb.
Sedangkan makna waktu secara konotatifadalah waktu sebagai suatu konsep. Ruang
dimensi spasial merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa. Manusia sebagai
dimensi manusia adalah pelaku dalam peristiwa sosial dan peristiwa sejarah.
Suatu peristiwa di pengaruhi oleh kekuatan yang ada diluar manusia,
yaitu berupa kekuatan fisik-material (dimensi alam). Kekuatan tersebut
merupakan potensi terjadinya suatu peristiwa. Proses terjadinya suatu peristiwa
dan perubahannya berlangsung dalam batas ruang dan waktu. Dalam ruang akan
berlangsung sebagai peristiwa atau kejadian pada waktu bersamaan. Perubahan
tersebut diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik.
Berdasarkan dimensi waktu suatu peristiwa merupakan sebuah proses. Waktu
itu ada dan terus berjalan (continuity).
Jadi hanya manusia yang dapat memanfaatkan waktu mengalami perubahan kearah
yang lebih baik.
C. pentingnya waktu dalam sejarah
Menurut Ismawun (1988), manusia adalah pelaku sejarah. Tugas utama ilmu
sejarah adalah membuka tabir masa lampau umat manusia. Keterkaitan antara waktu
dengan peristiewa sejarah meliputi 4 hal berikut :
a. Perkembangan.
Perkembangan masyarakat terjadi bila
berturut-turut masyarakat bergerak dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.
b. Kesinambungan.
Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat
baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama.
c. Pengulangan.
Pengulangan terjada bila peristiwa yang
pernah terjadi dimasa lampau terjadi lagi pada masa yang selanjutnya.
.
d. Perubahan.
Perubahan terjadi apabila masyarakat
mengalami pergeseran dan perkembangan.
C.
keterkaitan antara waktu dan pembabakan sejarah.
Proses dalam sejarah memperhatikan perubahan, peralihan, dan pergantian.
Salah satu pelukisan peristiwa sejarah melalui penggolongan sejarah berdasarkan
3 kategori sbb:
1. Kategori
waktu
2. kategori
Ruang
3. kategori
kehidupan
kurun waktu memiliki 3
dimensi yaitu sbb:
1. waktu
yang lalu (the past).
2. Waktu
sekarang (the pressent)
3. Waktu
yang akan datang (the future)
Dengan demikian, jalannya waktu sebagai
proses bergerak garis lurus yang
bergerak terus dari awal menuju masa depan. Jadi, penggambaran jalur
waktu itu selalu lurus (linear).
BAB
III
A. KESIMPULAN
Ruang
adalah tempat dipermukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian.
Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi
juga lapisan atmosfer terbawah yang memengaruhi muka bumi. Contoh dari
keterkaitan karakteristik antar runag misalnya :
1. Peristiwa banjir
2. Penduduk kota
menghasilkan banyak produk industry
3. Lapangan kerja
banyak tersedia di kota, sedangkan di desa sangat terbatas
Dengan
demikian, batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsure-unsur lainnya
mempengaruhi kehidupan dipermukaan bumi.
B. SARAN
DAFTAR
PUSTAKA
-
Kunto
wijoyo. 1995. Pngantar ilmu sejarah. Yokyakarta: bentang
-
Hardjono,
wianto dwijo. 2011. Pengrtian sejarah. BPSBP:Bandung
-
http://
mustwiebagoes. Blogspot. Com / 2008 /02 / pengtian –sejarah .html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar